Korean Cool Cetak E-mail
(1 vote)

Strategi Diplomasi Korsel Menjangkau Dunia

Korean CoolKorean Wave (Hallyu) sebuah entitas budaya negara mendunia dan menjadi sumber devisa. Melalui ekspor budaya, baik film, musik, makanan, fashion, dan aneka kerajinan khas, Korea Selatan (Korsel) mampu meraup untung besar. Dampak lain, meningkatnya angka kunjungan pariwisata. Secara sederhana Korean Wave telah bertransformasi menjadi sarana paling efektif untuk promosi dan meraup untung besar.

Euny Hong jurnalis berkebangsaan Korea Selatan memang lahir di negeri gingseng, namun hijrah ke Amerika Serikat semasa kecil. Euny Hong dewasa kemudian berkunjung untuk ziarah ke negeri ibunya dan menyaksikan, Korsel  tahun 2000-an  telah mengalami perubahan besar.

Korsel di awal tahun 1980, masa Euny Hong kecil adalah negara miskin dihadapkan konflik Semenanjung Korea. Dua puluh tahun kemudian, Korsel bukan hanya telah bebas dari ancaman perang saudara denga Korea Utara, namun telah menjadi negara yang mampu menciptakan tren budaya Asia.

Sejarah getir masyarakat Korsel menumbuhkan trauma mendalam. Penjajahan di Semenanjung Korea selama lima abad, membuat sakit sudah terlalu biasa. Pengalaman ini menumbuhkan semangat baru seluruh lapisan rakyat untuk bangkit dan tidak mengulang kesengsaraan masa lampau.

Dalam tradisi Korsel ada istilah han --ekspresi untuk mengibaratkan dendam memuncak dan tak memiliki kemampuan melampiaskan. Jepang sebagai negara yang pernah mencengkeram Semenanjung Korea menjadi ‘musuh’ pertama. Ini bukan balas dendam secara fisik, tapi keharusan melampaui pencapaian dari Negeri Matahari Terbit itu.

Perusahaan elektronik terbesar Korsel, Samsung, pada akhir tahun 1990-an menetapkan perusahaan elektronik Jepang, Sony, untuk dikalahkan. Korsel  tidak membidik IBM, Apple atau Microsoft sebagai incaran. Bila abad 20 milik Amerika Serikat, maka target masyarakat Korsel menjadikan abad 21 miliknya. Itulah  semangat yang mampu melejitkan daya juang seluruh rakyat.

Daratan Asia dilanda krisis pada tahun 1997, termasuk Korsel. Presiden Korsel waktu itu, Kim Dae-jung, secara total mampu melepaskan jeratan utang tiga tahun lebih cepat pada tahun 2001. Keberhasilan ini sekaligus menandai gerakan Korsel  untuk memanfaatkan budaya sebagai komoditas ekspor.

Sekarang dapat dicermati bahwa drama Korea (K-drama) diminati bukan hanya di Asia, tapi juga AS, Amerika Latin, dan Kuba. K-drama cara terbaik dalam mengampanyekan negeri. Dalam drama dapat disisipkan aneka kearifan lokal khas Korea, teknologi, budaya, bahkan lokasi-lokasi wisata. Sebagaimana Winter Sonata (2002) mampu menggaet masyarakat Jepang. Atau My Love From The Star (2013) yang secara halus mempromosikan chimaek, budaya makan ayam goreng dengan sebotol bir dingin. Juga tradisi kuliner kerajaan Korea yang terkenal karena drama Jewel in The Palace (2004).

Hallyu secara masif telah menjadi wakil Korea ke penjuru dunia dan berhasil membuat mata Asia, bahkan dunia mulai beralih ke Semenanjung Korea bagian selatan. Kebangkitan Korea dan kemudian menjadi kiblat budaya Asia didasari atas semangat bersama untuk bangkit dari kesengsaraan. Konflik berlarut-larut tak menimbulkan pesimisme, melainkan gelombang semangat penuh daya juang masyarakatnya. (Irkham Maulana) - sumber: www.koran-jakarta.com)

 

 

, Euny Hong (2016), "Korean Cool", Bentang Pustaka, 978-6022-911-05-0: 284 Halaman. 

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Resensi Genre Terkait
Tidak ada Resensi Genre Terkait

Resensi Terbaru
Resensi Populer
SCHOOL for the NEXT LEADERS
Sponsor
Komentar/ Resensi Baru
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Dare To Make Mistakes; Kreatif Berinovasi dan Bera...
Bagus ini ...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

“After all manner of professors have done their best for us, the place we are to get knowledge is in books. The true university of these days is a collection of books.” ~ Albert Camus

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 24478949

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit