dr. Lo; Sang Maestro Kehidupan Cetak E-mail
(2 votes)

Para Dokter Jangan Jadi Pedagang yang Mengejar Untung

Kenangan masa kecil melihat ayah menderita, tapi tak ditangani secara serius, membuat Lo Siaw Ging kecil bertekad menjadi seorang dokter. Ia ingin menjadi seorang dokter yang mampu melayani kesehatan sebaik-baiknya agar masyarakat tak perlu merana layaknya seperti bapaknya. Kesehatan seolah kemewahan yang susah didapat.

Selepas SMA, Lo melanjutkan ke fakultas kedokteran Universitas Airlangga. Suatu saat ayahnya berpesan, "Kalau jadi dokter, jangan menjadi pedagang.” Pesan singkat ini sarat makna dan kelak menjadi prinsip Lo dalam melayani kesehatan masyarakat (halaman 14).

Seorang pedagang selalu berpikir mencari keuntungan sebesar-besarnya. Namun seorang dokter tidak sepantasnya berpikir demikian. Dokter bukanlah penjual jasa yang memperdagangkan pelayanan. Dokter juga bukan pedagang yang mungkin mencari keuntungan dari menjual obat kepada pasien. Dokter adalah pekerja sosial. Dia memberikan ilmu murni untuk sebuah pelayanan. Jangan berharap kaya jika menjadi dokter. Jangan berharap meraup keuntungan dengan melayani sebagai seorang dokter.

dr. Lo juga terlibat dalam penanganan wabah weil disease (leptospirosis) yang menyerang Gunung Kidul, Yogyakarta tahun 1950-an hingga awal 1960-an. Keikutsertaan Lo dalam misi sosial ini murni sebagai relawan. Mungkin karena sering berinteraksi dengan penyakit tersebut, Lo pun tertular dan sempat koma selama 5 hari. Pintu kematian seolah sudah di depan mata.

Namun, Tuhan masih memberi kesempatan, dr. Lo berhasil melewati masa krisis. Kesehatannya berangsur-angsur membaik. Merasa diberikan kesempatan hidup kedua oleh Tuhan, Ia bertekad mendermakan seluruh ilmunya murni untuk melayani masyarakat. Ia ingin menebus utang nyawa pada Sang Pencipta.

dr. Lo tidak pandang bulu dalam melayani pasien. Dia tetap memeriksa dan melayani kesehatan seorang preman, yang sering memeras dr. Lo untuk minta uang. Lo tanpa ragu menanggung urusan keuangan saat preman tersebut harus dirawat intensif di ruang ICU. Kata Lo, “Jangan balas kejahatan dengan kejahatan. Mungkin suatu saat orang seperti ini masih bisa berubah menjadi orang baik” (halaman 60).

Lo memang dikenal sebagai dokter yang menggratiskan biaya periksa dan obat bagi para pasien tidak mampu. Obat resep dokter yang harus ditebus di apotek pun, dia tanggung. Dana untuk menggratiskan para pasien diperoleh dari para donatur. Setiap orang bisa menjadi donator asal tak minta disebut namanya. Lo menolak bantuan dari sponsor yang minta disebut namanya. Sekali waktu tidak ada uang dalam rekening dana sosial. Tanpa banyak pertimbangan, Lo mengeluarkan duit dari kantong pribadi.

Selain mengulas sosok Lo yang sangat menjunjung tinggi misi sosial, buku ini juga membahas ketajaman dan ketepatannya dalam mendiagnosis suatu penyakit. Buku ini bisa menjadi refleksi bagi para dokter untuk mengedepankan fungsi sosial di setiap praktik. Bagaimanapun profesi dokter adalah kerja sosial. Sekalipun mungkin tidak dengan menggratiskan biaya berobat seperti dr. Lo, para dokter dengan cara-cara lain dapat meringankan beban pasien miskin. Semoga dengan sikap sosial para dokter, kualitas kesehatan rakyat bisa meningkat. (Tanti Endarwati)

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Resensi Genre Terkait
Tidak ada Resensi Genre Terkait

Resensi Terbaru
Resensi Populer
SCHOOL for the NEXT LEADERS
Sponsor
Komentar/ Resensi Baru
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Dare To Make Mistakes; Kreatif Berinovasi dan Bera...
Bagus ini ...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

"Books are not made for furniture, but there is nothing else that so beautifully furnishes a house." ~ Henry Ward Beecher

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 24478749

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit