Kisah-Kisah Edan Seputar Djakarta Tempo Doeloe Cetak E-mail
(2 votes)

Serba-serbi Kisah Masa Lampau Jakarta

Kisah-Kisah Edan Seputar Djakarta Tempo DoeloeJakarta menyimpan banyak cerita. Seribu satu kisah telah mewarnai di usia ke-489 ini. Kisah-kisah itulah yang dituturkan kembali dalam buku ini, sejak zaman kolonial Belanda hingga kini.

Jakarta sejak dulu  kota yang menarik banyak orang. Pada abad ke-5 dia hanya pelabuhan kecil bernama Sunda Kelapa di bawah Kerajaan Pajajaran. Kemudian, abad ke-16 berkembang menjadi pelabuhan internasional yang terkenal dunia. Menurut catatan, pada 1470 di Palazzo, Florence, Italia, pada sebuah peta sudah tercantum nama Sunda Kelapa. Peta ini cukup terkenal di Eropa jauh sebelum benua Amerika ditemukan (hlm xvi).

Dalam perkembangan, berbagai peristiwa terjadi di Jakarta baik sosial, ekonomi, politik, maupun budaya. Peristiwa-peristiwa ini memperlihatkan Jakarta penuh dinamika dan perubahan. Korupsi juga kejahatan yang tak bisa dipisahkan dari sejarah Jakarta. Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC), kongsi dagang Belanda yang begitu digdaya, bangkrut akibat korup para petingginya untuk berfoya-foya dan membangun vila-vila mewah. Mereka kongkalikong perdagangan agar uang yang dihasilkan perusahaan masuk ke kantong pribadi. Akhirnya VOC yang berdiri pada 1602 harus bangkrut tahun 1799 karena utang menumpuk (hlm 187).

Masalah angkutan umum juga disoroti. Jakarta pernah menjadi sarang becak. Tercatat, hingga 1990 tak kurang 11.000 becak berseliweran di Jakarta dan dihapus tahun 1990-an. Persoalan prostitusi juga mewarnai ibu kota. Pada 1950-1960-an, kawasan Senen selain sebagai pusat perdagangan, juga terkenal karena prostitusi. Para PSK semakin menjamur di Senen hingga membuat gerah Gubernur Ali Sadikin. Gubernur kemudian memutuskan menghapus prostitusi di Senen dan mendirikan lokalisasi di Kramat Tunggak untuk menampung para PSK.

Kala itu, isu PSK ramai dibicarakan. Banyak kabar para pejabat menggunakan jasa PSK kelas atas untuk memuluskan berbagai urusan. Ketika terjadi razia besar-besaran terhadap PSK kelas bawah, banyak yang melihatnya sebagai ketidakadilan. Tak terkecuali budayawan WS Rendra yang kemudian menulis puisi “Bersatulah Pelacur-pelacur Kota Jakarta” (hlm 85).

Ali Sadikin yang dinilai berhasil membenahi Jakarta pernah menampar sopir truk yang ugal-ugalan, meski milik Angkatan Laut, di markasnya sendiri. Kebijakan politik Presiden Soekarno yang antibarat turut mewarnai peristiwa budaya Jakarta. Pada 1960-an ada gerakan Panitia Aksi Pemboikotan Film Imperialis AS (PAPFIAS). Kala itu bioskop Menteng hendak memutar film The Misfuts yang dibintangi Marilyn Monroe. Penonton membeludak karena magnet Marilyn Monroe. Namun, mendadak film dibatalkan karena diancam PAPFIAS.

Sedang seniman Betawi Benyamin Sueb yang sering membawakan lagu barat mendapat tekanan. Namun, dia  cerdik menyiasati tekanan dengan lirik Betawi. Dalam dunia politik, yang aneh dunia klenik masih mewarnai alam pikiran bangsa, tak terkecuali para pejabat negara. Meriam Si Jagur yang tersimpan di museum Fatahillah dipercaya memiliki pasangan meriam Ki Amuk di museum Banten Lama. Jika kedua meriam disandingkan, negara aman dan rakyat makmur. Percaya mitos ini, rombongan DPRD Banten menemui DPRD DKI Jakarta untuk minta izin memindahkan Si Jagur ke Banten Lama agar rakyat Banten sejahtera (hlm 276). Ide yang malah menuai tertawaan.

Buku yang memuat 60 kisah tulisan jurnalis senior ini tidak sekadar memberi hiburan, tapi juga pelajaran kepada para stakeholders, bagaimana cara “memperlakukan” ibu kota. (Muhamad Ilyasa - sumber: www.koran-jakarta.com)

 

 

, Zaenuddin HM (2016), "Kisah-Kisah Edan Seputar Djakarta Tempo Doeloe", Change, 979-6023-720-63-7: 316 Halaman. 

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Resensi Genre Terkait
Tidak ada Resensi Genre Terkait

Resensi Terbaru
Resensi Populer
SCHOOL for the NEXT LEADERS
Sponsor
Komentar/ Resensi Baru
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Dare To Make Mistakes; Kreatif Berinovasi dan Bera...
Bagus ini ...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

"All books are divisible into two classes, the books of the hour, and the books of all time." ~ John Ruskin

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 24478799

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit