Obat Herbal Andalan Keluarga Cetak E-mail
(1 vote)

Sehat dengan Tanaman Herbal Nusantara

Obat Herbal Andalan KeluargaSejak dulu, nenek moyang kita merupakan pelopor pengobatan alami. Negara lain yang turut meramaikan tren pengobatan herbal, adalah Tiongkok, India, Arab, dan Korea. Bukti bahwa Nusantara merupakan pusat pengembangan obat herbal termuat dalam beberapa naskah lama, misalnya, Serat Husodo, Usada, Lontarak Pabbura, Serat Primbon Jampi, Serat Racikan Boreh Wulang Dalem pada relief Candi Borobudur.

Konsep jamu diambil dari hubungan harmoni antara manusia dan lingkungan alam, sehingga menghasilkan pemeliharaan kesehatan dan kecantikan selaras siklus hidup (halaman 13). Produk herbal didukung kekayaan hayati berlimpah baik di darat ataupun laut. Masyarakat Nusantara memiliki tradisi kuat melestarikan obat herbal karena berkhasiat dan aman.

Pada perkembangannya, obat-obat herbal tak hanya diproduksi dan dikonsumsi sekali habis dalam bentuk jamu. Teknologi kesehatan herbal telah berkembang, sehingga mampu menghasilkan panduan praktis mengolah tanaman obat keluarga bernilai lebih baik secara ekonomi maupun kesehatan. Kini, tak sedikit masyarakat yang mulai tergugah akan kesadaran melestarikan tradisi herbal dengan memproduksinya.

Buah, sayur, dan tanaman yang akan digunakan di-blender dan dikombinasikan dengan merebus, sehingga dihasilkan sari herbal berkhasiat, menyegarkan, serta menyehatkan. Terapi buah, sayur, dan tanaman obat berfungsi mengatasi berbagai keluhan penyakit (halaman 36) seperti diabetes mellitus, demam berdarah, tipus, diare, konstipasi, asam urat, dan hipertensi. Resepnya pun tak sulit dan bahan-bahannya mudah ditemukan.

Menurut BPOM, terdapat 9 tanaman obat  unggulan yang terus dikembangkan ke arah fitofarmaka melalui budi daya dan uji klinik. Obat bahan alam unggulan terbukti berkhasiat dan aman disandingkan obat modern (halaman 68). Kesembilan tumbuhan obat unggulan tersebut ialah salam, sambiloto, kunyit, temulawak, jati belanda, cabe jawa, mengkudu, jambu biji, dan jahe merah.

Seiring giatnya riset mengenai keunggulan tanaman obat Nusantara, kini banyak pihak mulai meliriknya sebagai alternatif dan lahan bisnis menjanjikan. Pembuatan dan pengolahan produk herbal pada dasarnya dapat dilakukan semua kalangan, bahkan dalam lingkup industri rumah tangga. Konsep home industry yang ditawarkan dalam buku ini bertujuan mempermudah keluarga mengonsumsi obat herbal secara praktis untuk kalangan sendiri. Jamu herbal dapat meningkatkan kesehatan keluarga sekaligus memberikan kesejahteraan secara ekonomis.

Herbal temulawak, misalnya, dibuat dalam bentuk cair langsung minum dan dapat dalam bentuk serbuk. Serbuk instan bernilai ekonomis tinggi. Cara penyajiannya praktis serta menyehatkan (halaman 101). Cara membuat temulawak instan dengan mencuci temulawak dengan air mengalir. Selanjutnya, mengupas kulit luar temulawak. Kemudian, rimpang temulawak diparut atau dihaluskan dengan blender.

Kemudian, temulawak yang sudah halus diperas dan diambil airnya. Untuk mengubah menjadi serbuk, air perasan temulawak dicampur gula dan sedikit garam lalu dipanaskan di atas wajan dengan api sedang. Setelah adonan mengental dan menjadi kristal, serbuk temulawak sudah jadi.

Meski diproduksi dalam kalangan terbatas, tidak menutup kemungkinan produk herbal menjadi sarana meningkatkan ekonomi keluarga. Tren “kembali ke alam” di negara-negara maju seperti Eropa dan Amerika memopulerkan pengobatan serta perawatan kesehatan secara natural. Ini meningkatkan permintaan dunia terhadap bahan baku nabati (halaman 128).

Dengan berbagai pengetahuan yang informatif sekaligus inspiratif, buku ini layak dibaca untuk memahami beragam resep hidup sehat dengan memanfaatkan tanaman herbal. (Nurul Lathiffah - sumber: www.koran-jakarta.com)

 

 

, Ns Budhi Purwanto, SKep (2016), "Obat Herbal Andalan Keluarga", Flashbooks, 978-6020-806-99-0: 158 Halaman. 

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Resensi Genre Terkait
Tidak ada Resensi Genre Terkait

Resensi Terbaru
Resensi Populer
SCHOOL for the NEXT LEADERS
Sponsor
Komentar/ Resensi Baru
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Dare To Make Mistakes; Kreatif Berinovasi dan Bera...
Bagus ini ...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

“After all manner of professors have done their best for us, the place we are to get knowledge is in books. The true university of these days is a collection of books.” ~ Albert Camus

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 24478925

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit