Saleh Ritual Saleh Sosial Cetak E-mail
(1 vote)

Puasa, antara Kesalehan Ritual dan Kesalehan Sosial

Saleh Ritual Saleh SosialDalam Islam kesalehan ritual dan kesalehan sosial merupakan satu kesatuan ibadah yang terpadu, tidak bisa dipisahkan. Kita tidak diperbolehkan hanya mementingkan ibadah sosial atau kesalehan sosial, dan melupakan ibadah ritual atau kesalehan individu, atau sebaliknya, hanya mementingkan ibadah ritual atau kesalehan individu, dan melupakan kesalehan sosial. Kesalehan individu atau ritual identik dengan hubungan seseorang secara pribadi kepada Allah swt. Sementara ibadah sosial identik dengan hubungan seseorang dengan sesama manusia, dan sekaligus hubungan manusia dengan Allah. Ibadah sosial lebih mengutamakan kepentingan orang lain, tetapi berdampak positif juga bagi dirinya sendiri.

Oleh karena itu, walaupun banyak perintah untuk beribadah dalam agama ditunjukan kepada individu tetapi harus berdampak dalam kehidupan sosial yang nyata, termasuk dalam ibadah puasa yang sedang dijalankan kaum muslimin. Puasa bukan sekedar kewajiban tahunan yang diperintahkan Allah bagi orang-orang beriman agar mereka menahan lapar dan dahaga. Lebih dari itu, puasa memiliki implikasi terhadap individu maupun sosial. Puasa merupakan bentuk ibadah yang memancarkan hikmah bukan saja bagi pembinaan kesalehan individual, melainkan juga bagi peningkatan kesalehan sosial. Merupakan media pengabdian dan sarana ibadah untuk meningkatkan kualitas diri. Merupakan wahana penyucian diri, pembinaan moral, dan penambahan kualitas spiritual manusia. Karena selama berpuasa kaum muslimin dituntut untuk menjaga diri dari segala macam perbuatan yang dapat menodai kesucian jiwa raga dan melemahkan kekuatan moral spritualnya.

Oleh karena itu, dalam salah satu esai yang terkumpul dalam buku ini, K.H. Mustofa Bisri atau yang akrab disapa Gus Mus, penulis buku ini, menandaskan bahwa bulan puasa adalah momentum terbaik untuk mengoreksi diri. Pada bulan penuh berkah tersebut, suasana di luar dan terutama di dalam batin kita rasanya sangat mendukung untuk peningkatan mutu keimanan, keberagamaan, dan kemanusiaan kita. Pada saat seperti itu, kita memiliki peluang sangat baik untuk membuat jarak dengan diri sendiri, lalu mengadakan dialog yang sangat pribadi. Kita dapat melakukan koreksi agak lebih detail adn lebih teliti bagi peningkatan kualitas kekhalifahan dan sekaligus kehambaan kita. Tanpa membuat jarak terhadap diri sulit rasanya melakukan penilaian-penilaian yang mendekati obyektif (hal. 13).

Dengan begitu tujuan ibadah puasa tercapai, yakni untuk meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan. Dan, seorang baru dikatakan bertaqwa bila dirinya telah memantulkan kesalehan individual dan kesalehan sosial. Kesalehan individual tercermin dari perilaku keseharian kita, yang jujur, amanah, bersikap rendah hati, tawadhu, sederhana dan hal-hal baik lainnya. Sedangkan kesalehan sosial tercermin dari kedermawanan kita, tanggungjawab sosial kita, perhatian kita, atensi kita, empati kita, simpati kita kepada orang lain. Terutama kepada orang-orang yang berada dalam posisi sulit dalam kehidupannya.

Sehubungan dengan itu, kiranya kisah Kiai Basuni Rembang yang diangkat Gus Mus dalam buku ini bisa menjadi cermin. Kiai Basuni kenal siapa saja dan dikenal oleh siapa saja, karena hobinya menyapa orang. Kehidupan sehari-harinya dimulai dengan shalat Subuh, lalu jalan-jalan. Disinggahi rumah-rumah famili dan kenalannya, sekedar menengok dan menanyakan keselamatan dan kesehatan mereka. Lalu ke rumah sakit, menyusuri los-los. Ini dilakukan tiap hari, sehingga hampir tidak ada sanak famili dan kenalan, yang sakit yang tidak diketahuinya, untuk ditengok dan diinformasikan pada yang lain. Belaiu berprinsip, kalau bisa, senangkanlah orang lain. Kalau tidak, sebis-bisa jangan menyusahkan orang. (hal. 91-93).

Dari kisah Kiai Basuni kita bisa menarik hikmah bahwa seorang yang telah mampu menyatukan kesalehan ritual dan sosial dalam satu tarikan nafas, hati dan dirinya selalu diliputi rasa cinta kepada sesama, dan sebagai imbalanya semua orang pun akan mencintainya. Sementara menurut sebuah hadis sahih yang diriwayatkan oleh Bukhari Muslim dari Abu Hurairah yang dinukil dalam buku ini dijelaskan bahwa ketika warga bumi telah mencintai seseorang, maka warga langit pun akan ikut mencintai, begitu pula sebaliknya. (hal. 57).

Agaknya dicintai warga langit inilah motif yang mulai lekang dan usang dari hati kita sekarang. Sehingga kita sulit peduli dan empati bahkan pada penderitaan saudara-saudara yang ada di depan hidung kita sendiri. Oleh karena itu, ibadah puasa layak kita jadikan Kawah Candradimuka untuk “menggodok” diri kita agar menjadi insan yang bertaqwa, yang darinya memancar kesalehan ritual sekaligus sosial. (Moh Romadhon - sumber: www.koran-jakarta.com)

 

 

, K.H. A. Mustofa Bisri (2016), "Saleh Ritual Saleh Sosial", DIVA Press, 978-6022-792-03-1: 204 Halaman. 

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Tebar Manfaat - Ikatan Alumni SAP KIT
 Program Santunan Anak Yatim di VILA QUR`AN FATHUL MUBIIN BANDUNG (*)

Donasi bisa disalurkan melalui rekening:

Bank SYARIAH MANDIRI ( 7111-8856-77 )

a/n: Ghani Hikmawan

(*acara pada tanggal 09 Desember 2017)

***

konfirmasi donasi ke: 3543be3679047cc27c67d19a6e7d8e19

Beibiiyku Online Shop
Sponsor
Resensi Genre Terkait
Tidak ada Resensi Genre Terkait

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Dare To Make Mistakes; Kreatif Berinovasi dan Bera...
Bagus ini ...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

"Books are not made for furniture, but there is nothing else that so beautifully furnishes a house." ~ Henry Ward Beecher

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 25193076

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit