Psikologi Positif Cetak E-mail
(1 vote)

Pribadi Positif Biasanya Lebih Sukses dalam Bekerja

Psikologi PositifPsikologi positif muncul tahun 1998 dan berpengaruh luas sampai ke psikiatri, pendidikan, kepemimpinan, manajemen, ekonomi, bisnis, politik, dan militer (hal. 1). Banyak kritik mengatakan, psikologi positif semacam wishful thinking dengan janji-janji manis, harapan-harapan palsu, pikiran-pikiran menyenangkan, tanpa dasar realitas. Psikologi positif dianggap tak beda dengan berbagai buku atau seminar populer sebagai pseudo-scientific yang membahas kebahagiaan, kemajuan, pencapaian, dan kesuksesan. Ini semacam candu harapan palsu di tengah kepenatan dan keputusasaan dalam menghadapi realitas yang pahit.

Kritik tanpa dasar tersebut dianggap keliru. Sebab, psikologi positif berkomitmen penuh dan mendasarkan diri dengan sangat kokoh pada studi ilmiah berstandar tinggi. Temuannya  didasarkan pada studi ilmiah yang bisa dipertanggungjawabkan (hal. 6).

Gerakan psikologi positif menawarkan paradigma untuk mengeksplorasi bidang-bidang kehidupan yang semula dianaktirikan oleh ilmu psikologi dan lainnya. Misalnya, tentang emosi positif, yang dalam psikologi tradisional dianggap hanya produk sampingan ketika seseorang  meraih tujuan atau  mengatasi kesulitan. Emosi positif, ternyata menjadi kunci terbukanya pikiran, membangun sumber daya, dan perkembangan pribadi normal (hal. 4).

Emosi negatif maupun positif menggerakkan manusia untuk bertindak. Emosi negatif menggerakkan manusia bertindak seoptimal mungkin dalam menyelesaikan masalah. Sementara emosi positif menggerakkan manusia untuk membangun sumber daya. Jika solusi yang dipicu emosi negatif berjalan baik, manfaatnya langsung terasa. Ada kebebasan dari gangguan. Sedang manfaat membangun sumber daya baru dirasa di masa mendatang (hal. 63).

Menurut Martin Seligman (2002), emosi positif terdiri dari emosi positif masa, sekarang, dan masa depan. Emosi positif masa lalu mencakup misalnya memaafkan dan bersyukur. Masa sekarang meliputi mindfulness dan flow (hal. 66). Mindfulness memberi perhatian tanpa menghakimi atau membeda-bedakan. Pokok mindfulness tentang atensi sebagai nahkoda kesadaran manusia. Maka, orang bijak dari berbagai tradisi dan zaman selalu mengingatkan agar menjaga dan mengarahkan atensi  dengan bijaksana (hal. 137).

Sementara flow, sebuah momen sukacita besar yang luar biasa setelah suatu peristiwa yang diperjuangkan sekuat tenaga. Misalnya, menang catur dari lawan yang lebih tangguh (hal. 122). Emosi ketiga, menurut Martin Seligman, meliputi optimisme dan harapan. Optimisme salah satu pondasi kebahagiaan berkait erat pengalaman-pengalaman. Optimisme berlawanan pesimisme yang merupakan salah satu dasar depresi (hal. 157).

Penelitian Seligman dan Schulman (1986) menghasilkan, pribadi optimistis lebih sukses dalam pekerjaan. Sementara Helweg-Larsen (2002) menyatakan, orang optimistis biasanya lebih disukai daripada mereka yang pesimistis (hal. 156).

Buku ini mengajak pembaca untuk mengenal lebih dalam tentang psikologi positif yang pada muaranya nanti berdampak pada kebahagiaan hidup yang langgeng. (Sam Edy Yuswanto)

 

 

, Iman Setiadi Arif (2016), "Psikologi Positif", Gramedia, 978-6020-327-71-6: 314 Halaman. 

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Resensi Genre Terkait
PSIKOLOGI MODERN

Resensi Terbaru
Resensi Populer
SCHOOL for the NEXT LEADERS
Sponsor
Komentar/ Resensi Baru
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Dare To Make Mistakes; Kreatif Berinovasi dan Bera...
Bagus ini ...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

"All books are divisible into two classes, the books of the hour, and the books of all time." ~ John Ruskin

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 24478952

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit