Scarlet; The Lunar Chronicles Cetak E-mail
(1 vote)

Cinderella dan Gadis Bertudung Merah Era Dystopia

Scarlet; The Lunar ChroniclesPernah mendengar dongeng gadis bertudung merah atau Cinderella? Pembaca yang lahir dan besar era 90-an mungkin akrab dengan dua dongeng tersebut. Tapi bagaimana jika dua dongeng berbeda itu di-retelling dan disatukan? Apalagi dengan setting masa depan yang sempat lebur akibat perang dunia keempat, namun berhasil bangkit dan lebih maju.

Novel ini menceritakan setelah perang dunia keempat, jagat dihuni manusia, android dan cyborg. Scarlet, gadis 18 tahun yang lebih dari separuh hidupnya tinggal di lahan pertanian Rieux bertemu petarung jalanan, Wolf. Dua pekan sebelumnya, neneknya menghilang tanpa jejak. Kepolisian telah mengumumkan, nenek Scarlet kabur. Tentu itu saja dibantah Scarlet.

Wolf, pemuda yang semula dicurigai Scarlet sebagai salah satu penculik, akhirnya malah menuntun gadis itu ke Paris guna menjemput nenek. Namun, kereta yang mereka tumpangi secara tiba-tiba menjadi tempat karantina wabah letumosis, penyakit berbahaya dari bulan. Mereka harus kabur.

Di tempat lain, Cinder yang tak lain Putri Selene, pewaris sah Kerajaan Bulan berhasil melarikan diri dari penjara. Statusnya berubah dari mekanik ternama menjadi buron paling diinginkan di seluruh Persemakmuran Timur, berkat perintah Kaisar Kai yang dibayangi Ratu Levana. Bersama Thorne, mereka melarikan diri keluar angkasa. Mereka mencari Michelle Benoit yang tahu perihal Putri Bulan, kunci semua kekacauan.

Melalui sebuah mimpi, Scarlet mengetahui alasan neneknya menghilang. Wolf tahu perihal itu karena dia sendiri sebenarnya anggota ordo kawanan penculik nenek Scarlet. Meski telah melarikan diri, berkat permintaan Scarlet yang sudah menjadi lebih dekat dengannya, Wolf akhirnya membawa gadis itu ke kelompok ordo kawanan tersebut.

Sayang, Wolf yang disangka Scarlet berada di pihaknya malah menyerahkannya pada para penculik. Berkat tekanan dari Ratu Levana, Kaisar Kai terpaksa memerintahkan pasukan terbaik untuk melacak Cinder. Ketika dia berhasil menemukan cara, Ratu Levana mencuranginya dan menggunakan cara sama untuk menangkap Cinder. Para pesuruh berhasil menemukan gadis itu di Rieux, walau tak berhasil menangkap.

Teror pecah. Manusia setengah serigala milik Kerajaan Bulan menyerang bumi dan membuat kekacauan lain. Wolf yang seharusnya bergabung dengan para pengacau, memilih menyelamatkan Scarlet. Meski nyaris kehilangan kendali, panah Cinder berhasil membuat lelaki itu pingsan karena berpikir dia akan membunuh Scarlet.

Cinder tiba di Paris dan membasmi beberapa pengacau untuk bertemu nenek Scarlet. Sayang, perempuan tua itu terbunuh anggota kawanan. Identitas Cinder terbongkar setelah para manusia serigala dan ahli sihir Ratu Bulan menyerangnya. Meski hampir mati karena mencoba melarikan diri dan menutupi identitas, dia tak bisa membohongi teman-temannya karena kemampuan bulannya yang keluar. Juga karena Scarlet sudah tahu kenyataan yang sebenarnya.

Cinder  tak akan pernah menjadi Ratu Levana (hal. 193). Dia tak pernah ingin menjadi penguasa Bulan. Tapi jika dia tak melakukannya, berarti membiarkan perang terjadi antara bumi dan bulan. Novel kedua seri The Lunar Chronicles karya Marissa Meyer ini menghibur.

Di balik semua itu, penulis tampak sekali ingin menekankan betapa buruknya sifat tamak, seperti penguasa. Bukannya kenyaman yang diperoleh, malah sebaliknya: kesengsaraan, kebencian, dan pemberontakan. Seri sebelumnya, diceritakan Ratu Levana membunuh semua ahli waris untuk mendapat tahta. Dongeng Cinderella dan Gadis Bertudung Merah yang menjadi legenda Eropa mampu dikembangkan hingga dikenal banyak orang. Begitulah seharusnya kita menghargai warisan leluhur sendiri. (Siti Maisarah - sumber: www.koran-jakarta.com)

 

 

, Marissa Meyer (2016), "Scarlet; The Lunar Chronicles", Spring, 978-6027-150-56-0: 444 Halaman. 

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Tebar Manfaat - Ikatan Alumni SAP KIT
 Program Santunan Anak Yatim di VILA QUR`AN FATHUL MUBIIN BANDUNG (*)

Donasi bisa disalurkan melalui rekening:

Bank SYARIAH MANDIRI ( 7111-8856-77 )

a/n: Ghani Hikmawan

(*acara pada tanggal 09 Desember 2017)

***

konfirmasi donasi ke: 3543be3679047cc27c67d19a6e7d8e19

Beibiiyku Online Shop
Sponsor
Resensi Genre Terkait
NOVEL FIKSI

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Dare To Make Mistakes; Kreatif Berinovasi dan Bera...
Bagus ini ...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

"The pleasure of all reading is doubled when one lives with another who shares the same books." ~ Katharine Mansfield

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 25192928

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit