Mencari Marxisme; Kumpulan Esai Cetak E-mail
(1 vote)

Pencarian dan Perdebatan Seputar Marxisme

Mencari Marxisme; Kumpulan EsaiDi mana Marxisme setelah kematian Karl Marx? Di mana Marxisme pascakejatuhan Soviet? Di mana Marxisme sesudah pembantaian massal PKI oleh militer? Marxisme ibarat hantu. Bergentayangan di tiap-tiap sudut pemikiran kritis. Hadirnya bukan di kancah politik, tapi dalam kecurigaan, label “kiri.” Maka Marxisme selalu dicari, oleh para pembelajar dan tiap-tiap benak yang penasaran, serta para penentang, tentu saja untuk dihancurkan. Salah satu pencarian Marxisme dijembatani oleh Martin Suryajaya, salah satu pemikir kritis muda dalam buku Mencari Marxisme; Kumpulan Esai.

Kendati dijadikan pondasi utama konstruksi pemikiran filsuf kontemporer zaman ini, seperti  Slavoj Zizek, Alain Badiou, Jacques Ranciere, Antonio Negri, Ernesto Laclau, dan Chantal Mouffe, Marxisme tak serta merta dianggap sebagai aliran pemikiran sukses. Marx pernah meramal “kapitalisme sedang menggali kuburannya sendiri” sehingga kaum proletariat bakal menang. Namun, ramalan tak kunjung terbukti. Barangkali orang lupa, pemikiran Marx membentang dari filsafat, ekonomi, politik, sampai sosiologi saja, Marx memang bukan jago perdukunan.

Martin, melalui Mencari Marxisme, mencoba untuk mewacanakan dan mencari jalan keluar agar Marxisme dapat hidup zaman ini. Pencariannya tak ditempuh lewat satu jalur saja, tapi banyak. Sebab, buku Martin disusun dari 30 esai terpilih yang pernah terpublikasi di laman indoprogress.com dalam kisaran waktu lima tahun. Martin sendiri pernah mengasuh rublik Logika di lama tersebut. Esai-esai terpilih Martin kemudian dipilah lagi menjadi lima kategori: m, politik- ekonomi, gerakan sosial, seni, budaya, dan filsafat.

Buku memuat esai-esai kritisnya kepada pemikir, penyair, dan budayawan masyhur Indonesia Goenawan Mohamad. Sebut saja, Kritik dan Emansipasi, Wafat dan Kebangkitan Tan Malaka, Sebuah Kesaksian, serta Goenawan Mohamad dan Politik Kebudayaan Liberal Pasca-65. Ini dilandasi pembacaan atas karya mendiang Wijaya Herlambang, Kekerasan Budaya Pasca 1965; Bagaimana Orde Baru Melegitimasi Anti-Komunisme Melalui Sastra dan Seni (2013).

Total ada 20 esai dalam buku. Apakah melalui Mencari Marxisme, pencarian tersebut sudah menemukan hasilnya? “Yang akan ditemukan ialah Marxisme baru, yang telah disucikan dari segala kekeliruan dan keruwetan konseptualnya,” (hlm 332). Proses pencarian masih terus berjalan. Hasilnya, tidak hanya rekonstruksi Marxisme baru, tetapi juga suatu sistem filsafat sintesis dari puncak-puncak perdebatan kontemporer.

Maka, pencarian Marxisme tidak berjalan mudah. Banyak penolakan di sana-sini. Sebab, khalayak memandang Marxisme seumpama lirik lagu Sisir Tanah, Lagu Lelah; jejakmu/ curiga sia-sia di punggung ragu. Marxisme masih dipandang dalam kabut kecurigaan, diragukan, dan dianggap paham sia-sia. Belum lagi, stigma buruk, misalnya, atheisme. (Udji Kayang Aditya Supriyanto)

 

 

, Martin Suryajaya (2016), "Mencari Marxisme; Kumpulan Esai", Marjin Kiri, 978-979-1260-55-8: 334 Halaman. 

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Tebar Manfaat - Ikatan Alumni SAP KIT
 Program Santunan Anak Yatim di VILA QUR`AN FATHUL MUBIIN BANDUNG (*)

Donasi bisa disalurkan melalui rekening:

Bank SYARIAH MANDIRI ( 7111-8856-77 )

a/n: Ghani Hikmawan

(*acara pada tanggal 09 Desember 2017)

***

konfirmasi donasi ke: 3543be3679047cc27c67d19a6e7d8e19

Beibiiyku Online Shop
Sponsor
Resensi Genre Terkait
Tidak ada Resensi Genre Terkait

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Dare To Make Mistakes; Kreatif Berinovasi dan Bera...
Bagus ini ...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

“After all manner of professors have done their best for us, the place we are to get knowledge is in books. The true university of these days is a collection of books.” ~ Albert Camus

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 25192920

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit