The Eye Of Minds; Mata Batin Cetak E-mail
(2 votes)

Membongkar Sebuah Doktrin Kematian

The Eye Of Minds; Mata Batin“Gamers sejati adalah orang yang mengendalikan gamenya, bukan game yang mengendalikan dirinya“. Petuah bijak ini mengajarkan bahwa kendali permainan sepenuhnya harus berada di tangan pemain. Mereka dituntut untuk tetap berada dalam kesadaran penuh mengendalikan permainan. Satu hal yang acapkali jadi persoalan pokok para gamers yaitu soal manajemen waktu. Bagaimana me-manage waktu bermain dan membaginya untuk aktivitas lain. Sehingga tidak lupa bahwa kehidupan yang sesungguhnya berada di dunia nyata, bukan alam virtual. Namun, bagaimana jika game yang dimainkan telah diretas hacker? Yang akan menjerumuskan ke dalam permainan menegangkan sekaligus berbahaya?

Teknologi Virtual Reality (VR) pada game masa kini dirancang agar para gamers semakin immersive. Para pemain dibuat seolah terlibat langsung di dalamnya. Makan, minum, memotong rambut dan segala aktivitas dirancang persis dengan kehidupan nyata. Bagi pecandu game, hal ini tentu semakin mengaburkan sekat antara dunia virtual dengan kenyataan. Tak terkecuali bagi Michael, mahasiswa yang melewatkan hampir sepanjang harinya di depan layar NetScreen. Tepatnya di dalam jaringan OpenVPN bernama VirtNet. Reputasi Michael dalam pengkodean dan menaklukkan misi berbahaya telah mencuri perhatian pihak VirtNet Security (VNS). Yang menyebabkan dirinya dilibatkan dalam penumpasan Cyberterrorism.

Saat memainkan Lifeblood–permainan paling popular di VirtNet–Michael menemukan gadis bernama Tanya meretas kode untuk menghancurkan Inti-nya sendiri. Mengakibatkan otak pemain tidak dapat lagi menyaring stimulasi VirtNet.

Tanya sudah tewas. Ia merenggut Inti miliknya sebelum meregang nyawa–Memalsukan pencabutan Inti mustahil dilakukan di dalam VirtNet. Terlalu berbahaya. (hlm. 17)

Weber, agen wanita yang bekerja untuk VNS menyebut kematian Tanya sebagai ‘doktrin kematian’. Michael dan kedua rekannya di VirtNet–Sarah dan Bryson–ditugaskan melacak kode ‘doktrin kematian’ yang kemungkinan dikendalikan oleh Kaine. Awalnya mereka menolak tugas ini, karena bagi mereka misi ini sangat berbahaya. Namun berkat pemblokiran akses mereka ke VirtNet oleh pihak VNS, tawaran itu akhirnya mereka terima. Hanya sedikit saja petunjuk awal yang diberikan. Tetapi keahlian coding Michael dan kedua rekannya mampu menembus Black and Blue Club–salah satu tempat di VirtNet. Tujuan mendatangi tempat tersebut untuk meminta informasi kepada wanita bernama Ronika. Beruntung mereka mendapat sedikit pencerahan, sebelum penyihir tua tersebut tewas diserang monster KillSim. Ronika memberi informasi tentang sebuah game Devils of Destruction dan tempat bernama Ngarai Keramat.

Beberapa hari setelah tewasnya Ronika, muncul berita tentang seorang wanita bernama Wilhelma Harris yang jatuh koma, hal ini semakin menguatkan dugaan Michael tentang adanya 'doktrin kematian'. Dialah Ronika dalam kehidupan nyata.

Polisi meminta teman dan keluarga untuk datang–sama sekali tidak ada jejaknya di VirtNet. (hlm. 111)

Portal menuju Ngarai Keramat disisipkan di salah satu parit dalam Devils of Destruction. Sarah berhasil menemukannya. Inilah jalan masuk menuju Ngarai Keramat. Sejak awal memulai game, mereka dibuat frustasi karena kode program yang rumit dan membingungkan, selain firewall yang sangat kokoh. Berulang kali ketiganya dipaksa mengulang karena terbunuh. Kehebatan coding mereka kerap gagal menembus firewall. Petualangan ini harus dibayar dengan harga mahal. Bryson dan Sarah menjadi korban keganasan KillSim–mereka tewas akibat antiprogram yang diciptakan Kaine tersebut.

Beberapa detik kemudian, Sarah lenyap, tubuh fisiknya bangun di dunia nyata. Meninggalkan Michael berada jauh di dalam VirtNet, di tempat yang belum diketahui oleh hampir siapapun. Dan ia sendirian. (hlm. 265)

Nyali Michael semakin menciut untuk melanjutkan misi, namun tak ada opsi yang lebih baik selain tetap maju. Dia dipaksa menembus tempat rumit, tak terduga serta menyeramkan. Namun akhirnya mampu mencapai Kastil, tempat keberadaan Kaine. Michael berhasil dijadikan ‘umpan pelacak’ oleh VNS untuk menemukan lokasi Kaine. Serangan pasukan VNS telah menghancurkan semuanya. Kehancuran ini justru menjadi awal dari teka-teki mengenai ‘doktrin kematian’. Michael menjadi sadar, mengapa kedua orang tua dan Helga–pengasuhnya, meninggalkannya berbulan-bulan tanpa alasan yang jelas.

Namun Kaine memberinya kehidupan. Mencari tubuh manusia, menjadikannya tubuh Michael. Michael tidak lebih daripada sekedar kelinci percoban untuk Tangen. (hlm. 314)

Buku ini sangat menarik bagi pecinta fiksi ilmiah. Lewat Seri The Mortality Doctrine ini, imajinasi pembaca dibawa ke dalam fantasi teknologi yang futuristik. Kejutan tak terduga dan petualangan menyeramkan akan mendebarkan jantung pembaca. Satu hal yang masih samar adalah mengenai motif kejahatan yang dilakukan oleh tokoh Kaine. Mungkin hal ini akan terjawab di seri-seri berikutnya. (Tri Santoso)

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Tebar Manfaat - Ikatan Alumni SAP KIT
 Program Santunan Anak Yatim di VILA QUR`AN FATHUL MUBIIN BANDUNG (*)

Donasi bisa disalurkan melalui rekening:

Bank SYARIAH MANDIRI ( 7111-8856-77 )

a/n: Ghani Hikmawan

(*acara pada tanggal 09 Desember 2017)

***

konfirmasi donasi ke: 3543be3679047cc27c67d19a6e7d8e19

Beibiiyku Online Shop
Sponsor
Resensi Genre Terkait
NOVEL FIKSI ILMIAH

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Dare To Make Mistakes; Kreatif Berinovasi dan Bera...
Bagus ini ...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

"Books are not made for furniture, but there is nothing else that so beautifully furnishes a house." ~ Henry Ward Beecher

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 25193065

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit