The Revenant Cetak E-mail
(1 vote)

Berjuang Bertahan Hidup dalam Luka di Tengah Hutan

The RevenantPerhelatan Academy Award 2016 begitu mencuri perhatian karena Leonardo DiCaprio berhasil dinobatkan sebagai Best Actor, lewat aktingnya sebagai Hugh Glass dalam film The Revenant. Keindahan film mau tidak mau akan berimbas pada buku yang menginspirasi film tersebut.

Buku The Revenant ditulis Michael Punke pada tahun 2002 mengisahkan fakta sejarah, seorang pemburu kulit binatang yang sekaligus petualang, Hugh Glass tergabung dalam sebuah rombongan pemburu bulu Rocky Mountain fur Company pada tahun 1800-an.

Tahun 1823, rombongan pimpinan Kapten Andrew Henry diserang Suku Arikara di tepian Sungai Missouri. Ada 16 orang tewas. Selusin pasukan terluka parah. Mereka mencuri kembali kuda yang awalnya dijual kepada kelompok tersebut (hal. 9).

Serangan tersebut memaksa rombongan harus berhenti dan menunggu bantuan. Dalam masa penantian itulah, ada kejadian paling mengerikan. Hugh Glass, yang semasa muda seorang pelaut, mendapat tugas mengintai kedatangan suku indian. Dalam masa pengintaian tersebut berhadapan seekor beruang Grizzly.

Satu lawan satu dengan makhluk sebesar beruang Grizzly, memaksa Hugh Glass melakukan pilihan sulit. Sedangkan peluru senapannya, tinggal satu. Hugh Glass harus menembak atau beruang grizzly itu akan menghabisi hidupnya. Beruang Grizzly meraung saat mesiu meledak dan bola logam menembus dadanya. Amarah itu membuat beruang Grizzly semakin menyerang Hugh Glass.

Kuku-kuku Grizzly sepanjang lima belas sentimeter mengoyak lengan atas, bahu, dan leher. Dia juga menggigit tengkuk Hugh Glass, membanting, dan terus saja mencakar. Hugh menusukkan belati ke tubuh beruang dan berhasil membunuh beruang itu.

Tapi serangan telah menyebabkan lehernya terbuka lebar, mencabik otot sehingga tulang kerongkongannya tampak. Cakar beruang telah melukai trakea. Darah merembes dari lubang leher dan bahu (hal. 37). Hugh Glass benar-benar terluka saat ditemukan rombongan. Dengan luka semengerikan itu, Hugh Glass harusnya mati. Tetapi Glass tidak sekadar rekanan kerja bagi Kapten Henry, dia juga guru terbaiknya. Kapten Henry berusaha merawatnya.

John Fitzgerald yang berperangai berandalan, tak setuju keputusan Kapten Henry. Bila tubuh penuh luka Hugh Glass turut dibawa, ditandu, maka pasukan suku Indian akan mengejar, dan matilah semua rombongan. Fitzgerald mengatakan, apakah harus menukar tubuh Hugh Glass yang pasti akan mati dengan nyawa puluhan rombongan.

Kapten Henry lantas mengambil keputusan, John Fitzgerald dan anak muda sembilan belas tahun, Jim Bridger akan menemani Hugh Glass dan bertugas memakamkan dengan layak bila maut menjemputnya. Keduanya diupah 70 dollar AS.

Tetapi pengkhianatan dimulai. Fitzgerald mengusulkan untuk meninggalkan Hugh Glass sendirian menjemput kematian. Jim Bridger pertama menolak. John Fitzgerald terus membujuk. Akhirnya keduanya meninggalkan Hugh Glass seorang diri. Keduanya merampok harta paling berharga Hugh Glass, senapan dan belati. Senjata bagi seorang pemburu adalah nyawa.

Antara hidup dan mati, Hugh Glass sadar dan bertekad mengejar keduanya. Dendam telah merasuk ke setiap sel tubuhnya. Dengan tubuh penuh luka, Hugh Glass bukan hanya akan mati karena luka tapi juga kelaparan dan dingin. Belum lagi ancaman terkaman hewan buas atau malahan serangan suku Indian bila bertemu. Manusia bisa bertahan dari luka, tapi tak kuasa menahan dendam yang bergelora.

Buku ini memang menceritakan pembalasan dendam Hugh Glass serta kisah bertahan hidupnya. Jiwa baik Hugh Glass tampak saat berhadapan langsung dengan Jim Bridger. Bukan membunuh, dia justru membiarkannya. (Khoimatun Nikmah - sumber: www.koran-jakarta.com)

 

 

, Michael Punke (2016), "The Revenant", Noura Books, 978-6023-850-87-7 : 385 Halaman. 

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Tebar Manfaat - Ikatan Alumni SAP KIT
 Program Santunan Anak Yatim di VILA QUR`AN FATHUL MUBIIN BANDUNG (*)

Donasi bisa disalurkan melalui rekening:

Bank SYARIAH MANDIRI ( 7111-8856-77 )

a/n: Ghani Hikmawan

(*acara pada tanggal 09 Desember 2017)

***

konfirmasi donasi ke: 3543be3679047cc27c67d19a6e7d8e19

Beibiiyku Online Shop
Sponsor
Resensi Genre Terkait
Tidak ada Resensi Genre Terkait

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Dare To Make Mistakes; Kreatif Berinovasi dan Bera...
Bagus ini ...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

"The pleasure of all reading is doubled when one lives with another who shares the same books." ~ Katharine Mansfield

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 25192985

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit