Tan; Sebuah Novel Cetak E-mail
(2 votes)

Tan Malaka yang Tampil Berwajah Manusiawi

Tan; Sebuah NovelTan Malaka, namanya begitu disegani, untuk tidak menyebut ditakuti. Setidaknya, saat pementasan Monolog Tan Malaka berjudul “Saya Rusa Berbulu Merah” di Pusat Kebudayaan Prancis Bandung yang sempat ditolak massa berhaluan garis keras.

Tan Malaka adalah nama pahlawan nasional yang boleh dibilang pertama kali mendeklarasikan tentang Indonesia Merdeka dalam karangannya berjudul Naar de ‘Republiek Indonesia' Menuju Republik Indonesia (1925).

Kiprahnya melawan ketidakadilan akibat imperialisme dan kolonialisme memporak-porandakan tatanan yang sudah mapan. Ia tak hanya lantang mengkritik dan menulis, tetapi juga jago mengonsolidasikan buruh untuk mogok, membangun kesadaran akan penindasan, hingga membuat sekolah pencerahan.

Inilah yang membuat Sutan Ibrahim, begitu nama aslinya, harus memiliki 23 nama samaran agar tidak ditangkap dan terdeteksi. Belanda, Inggris, dan Amerika Serikat merupakan kumpulan negara yang selalu mengawasi gerak-geriknya.

Begitu takutnya penguasa dengan pergerakannya, sejarawan Belanda, Harry A Poeze, menyebut Tan Malaka mati ditembak dengan tangan terikat oleh tentara. Cerita-cerita mitologi tentang kesaktian Sutan Ibrahim ini juga banyak beredar. Lalu, sesungguhnya siapakah Tan Malaka?

Novel berjudul “Tan” karya Hendri Teja ini setidaknya bisa menjadi pintu masuk bagi kalangan awam untuk mengenali jati diri bapak bangsa yang entah kenapa harus dibenci tersebut. Ibrahim kecil karena dorongan kuat untuk belajar melawan adat menerima tawaran Horensma untuk melanjutkan studi ke Belanda (halaman 15). Hawa dingin Belanda membuatnya terkapar hingga paru-paru menerjang tubuh kurusnya.

Di saat bersamaan, Eropa sedang bergairah karena sosialisme yang revolusioner. Pemikiran-pemikiran, sikap kritis dan tindakan selanjutnya banyak dipengaruhi ideologi yang memuja  Karl Marx tersebut. Kiprahnya melintas 11 negara mendedahkan diri sebagai tokoh penting dalam era awal kejayaan komunisme.

Namun demikian, Tan dalam novel ini diceritakan dengan wajah yang sangat manusiawi, seorang anak manusia yang merasakan cinta dan patah hati pada Fenny van de Snijder. Pertemuanya di sebuah rumah sakit dengan Fenny setelah sekian tahun begitu romantis dan mesra (halaman 291). Kisah cinta Tan Malaka dengan mojang Bandung bernama Enur juga berakhir tragis nan menyedihkan (halaman  423).

Novel ini setidaknya ingin menggambar bahwa Tan Malaka, bukanlah sosok provokator yang cakap berbicara membangunkan kesadaran penduduk Deli Serdang untuk melawan Belanda (halaman 151-206). Apalagi melawan komintern tentang Pan-Islamisme, sehingga dianggap pengkhianat oleh Musso dan Alimin.

Tan adalah novel sejarah yang mengungkapkan sisi lain kehidupan Datuk Ibrahim. Salah satu sosok penting pendiri republik yang terlupakan. Meskipun demikian, data tahun dalam novel ini perlu banyak dikoreksi. (Ahan Syahrul Arifin - sumber: www.koran-jakarta.com)

 

 

, Hendri Teja (2016), "Tan; Sebuah Novel", Javanica, 978-6026-799-06-7: 427 Halaman. 

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Resensi Genre Terkait
NOVEL SEJARAH

Resensi Terbaru
Resensi Populer
SCHOOL for the NEXT LEADERS
Sponsor
Komentar/ Resensi Baru
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Dare To Make Mistakes; Kreatif Berinovasi dan Bera...
Bagus ini ...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

“After all manner of professors have done their best for us, the place we are to get knowledge is in books. The true university of these days is a collection of books.” ~ Albert Camus

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 24478769

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit