Tewasnya Gagak Hitam Cetak E-mail
(1 vote)

Membongkar Peran Sianida di Balik Aksi Bunuh Diri

Tewasnya Gagak HitamSepeninggal Wayan Mirna Salihin, sianida mendadak moncer. Racun ini juga yang ternyata ada di balik misteri aksi bunuh diri seorang dokter benama Nina Sekarwati. Namun, jalan penyidik untuk membongkarnya tidak mudah. Lika-liku penelusuran bukti, pencocokan fakta, keterangan saksi, serta hubungannya dengan bunuh diri seorang pengarang itulah yang diangkat novel ini.

Kisah berawal dari ketertarikan Elang Bayu Angkasa, seorang pelukis, pada berita di sebuah koran tentang aksi bunuh diri seorang pengarang di kos, Singkawang, Kalbar. Pengarang dengan nama samaran Gagak Hitam tidak meninggalkan jejak. Kematiannya sangat misterius. Kasus ini menarik karena telah mengingatkan dirinya pada Ernest Hemingway, cerpenis terkenal yang bunuh diri dengan pistol karena depresi berat (hal. 23).

Inspektur Agung Prasetyo, polisi Singkawang yang menyelidiki kasus kematian itu tidak keberatan dan cukup terbantu dengan keterlibatan Elang. Sebab, sebagai pelukis, Elang cukup memahami kehidupan para pekerja seni. Elang menyamar sebagai Brigadir Yono diajak ke tempat kejadian perkara (TKP). Di TKP mereka menemukan buku TTS dan dua nota pengiriman surat berwarna kuning yang diterbitkan kantor pos Singkawang.

Kedua benda tersebut ditemukan di laci meja yang sudah terkubur di belakang rumah kos. Nota pertama dikirimkan kepada dokter Nina Sekarwati di Rumah Sakit Anak dan Bunda (RSAB) Harapan Kita, Jakarta. Nota kedua kepada Gabriel,dialamatkan ke Apotik Berkat di Kota Malang, Jatim (hal. 59).

Agung pun langsung menghubungi rumah sakit tersebut. Dia dikejutkan kabar, baru saja dokter Nina Sekarwati ditemukan bunuh diri di kamarnya. Yang lebih mengejutkan, di dinding kamarnya tertoreh lipstik bertuliskan, “Merpati Putih menyusulmu” (hal. 66).

Elang yang telanjur terlibat, pergi ke Jakarta untuk membongkar misteri. Di Jakarta, Elang menggali informasi tentang dokter Nina di rumah sakit melalui Bunga, seorang dokter anak. Dia sahabat Nina. Elang menyamar menjadi pria yang sedang dalam proses perceraian, memiliki seorang anak, datang dari Bandung, dan hendak menyampaikan bela sungkawa atas kematian Nina  (hal. 102-103).

Rencana dan strategi Elang berjalan lancar. Waktu kencan disepakati. Sayang, sebagai petualang kali ini Elang kecolongan. Kencan hanya siasat dokter Bunga untuk menghabisi Elang dengan pistol karena sejak pertama bertemu, Bunga sudah curiga dan mencari tentang Elang. Untung Elang lolos dari maut. Mesti begitu, Elang sadar telah ceroboh (hal. 152). Agung yang dihubungi Elang segera menelepon Siswoyo, polisi di Jakarta yang menangani kasus Nina untuk segera menangkap dan mengamankan Bunga (hal. 154-155).

Sembari menginterograsi Bunga, polisi juga mengejar suami Nina, Yogi Adhimas yang ternyata menjadi otak semuanya. Dokter Bunga mengaku bersama Yogi berselingkuh. Sementara Nina pun berselingkuh dengan Gagak Hitam hingga hamil. Yogi yang tahu Gagah Hitam adalah penulis biografi, tidak sudi dirinya muncul pada tulisan orang yang telah meniduri istrinya. Yogi pun mengirim beberapa orang ke Pontianak untuk melacak dan membunuhnya. Setelah tewas, Yogi menyuruh Bunga meracuni istrinya dengan sianida.

Dokter Bunga yang tahu sahabatnya sedang bersedih segera menemuinya. Ia membuat kopi dua gelas, dan memberikan kopi sianida pada Nina. Setelah tewas, baru anak buah Yogi menggantung dokter naas itu di ventilasi atas pintu toilet. Lalu seorang anak buah lagi mengambil lipstik dokter dan menuliskan “Merpati Putih menyusulmu” di dinding. (hal. 224-225).

Sementara dari Gabriel di Malang, penerima kiriman ke dua dari Gagak Hitam, polisi mendapat keterangan sosok di balik nama Gagak Hitam dan awal mula kenal sampai akhirnya terjerat asmara dengan dokter Nina (hal. 214-218). Novel ini memberi satu pesan tegas: dengan siapa pun dan dengan alasan apa pun, berselingkuh tak memberi apa pun, kecuali malapetaka! (Moh Romadlon - sumber: www.koran-jakarta.com)

 

 

, Sidik Nugroho (2016), "Tewasnya Gagak Hitam", Gramedia, 978-6020-324-29-6: 248 Halaman. 

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Resensi Genre Terkait
NOVEL MISTERI

Resensi Terbaru
Resensi Populer
SCHOOL for the NEXT LEADERS
Sponsor
Komentar/ Resensi Baru
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Dare To Make Mistakes; Kreatif Berinovasi dan Bera...
Bagus ini ...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

"Books are not made for furniture, but there is nothing else that so beautifully furnishes a house." ~ Henry Ward Beecher

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 24478816

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit