Alice di Negeri Cermin - Through the Looking Glass Cetak E-mail
(1 vote)

Menikmati Paradoks dalam Negeri Cermin

Alice di Negeri Cermin - Through the Looking GlassLewis Carroll kembali mengajak para pembaca mengikuti perjalanan istimewa kedua Alice setelah berhasil memikat dengan novel Alice’s Adventures in Wonderland. Kali ini, tokoh Alice melakukan perjalanan ajaibnya dalam dunia cermin yang  penuh keterbalikan dan kegilaan.

Berawal dengan cerita Alice, gadis berumur tujuh setengah tahun, yang gemar berbicara sendiri, membawa kucingnya ikut ke dalam imajinasi dunia kaca. Alice menuturkan deskripsi serta narasinya sendiri tentang dunia cermin sebelum mendekat ke sebuah perapian tanpa disadari. Saat itu juga dirinya masuk ke dalam dunia cermin.

Setelah berurusan dengan rumah bandel serta taman bunga-bunga hidup, Alice bertemu Ratu Merah. Pembicaraan mereka membuka sebuah percakapan mengenai kejanggalan-kejanggalan dunia cermin. “Boleh saja kau mengatakannya ‘tak masuk akal’,” kata Sang Ratu Merah (Hal. 32).

Pertemuannya dengan Ratu Merah juga mengawali petualangan Alice dalam sebuah papan catur raksasa, suatu permainan yang ditemukan dalam dunia cermin. Berperan sebagai bidak, Alice berharap bisa sampai di kotak kedelapan papan catur dan menjadi seorang ratu.

Namun perjalanannya sama sekali tak semudah dibayangkan. Alice harus berlari hanya untuk diam, membuat kerongkongannya sangat kering setelah menelan biskuit. Dia duduk di gerbong kereta berisi serangga-serangga berisik dan bertemu lebih banyak makhluk-makhluk gila lainnya.

Ketika Alice bertemu Tweedledee dan Tweedledum, mendapatkan sebuah dilema baru. Tweedledum bertanya pada Alice, apa yang dimimpikan Raja Merah yang sedang tertidur. Alice menjawab tak mungkin tahu. Tweedledee membalas, “Ia bermimpi tentang kamu!” yang mungkin berarti bahwa Alice hanya merupakan bagian dari mimpi Sang Raja (Hal. 64).

Melanjutkan perjalanannya, Alice bertemu Ratu Putih yang menceritakan kehidupan dengan mundur. Ia belajar bahwa di dunia cermin orang-orang akan dipenjara terlebih dulu sebelum diadili. Kemudian Alice harus membagikan potongan kue sebelum dipotong.

Kegilaan dunia cermin tak berhenti di sana. Alice dipertemukan dengan Humpty Dumpty yang mengajarkannya banyak tentang menggunakan kata. Pormanteau, atau yang kemudian disebut lakuran (kata gabungan), juga dijadikan topik menarik dalam pertemuannya dengan Humpty Dumpty (Hal. 96-98).

Ketika sampai di kotak kedelapan, Alice menemukan mahkota emas muncul dengan sendirinya di kepalanya. Ia pun menjadi seorang ratu. Tetapi justru semakin rumit permasalahan yang Alice dapat ketika menjadi ratu. Ratu Merah dan Ratu Putih berdebat, menguji Alice dengan berbagai pertanyaan dan perhitungan menjerumuskan. Bahkan setelah itu semua selesai, Alice harus mengikuti acara peresmian yang ricuh dan berakhir porak poranda.

Dalam novel ini lagi-lagi Lewis Carroll tidak memberikan sebuah pesan moral secara eksplisit. Pembaca mungkin akan dibingungkan pada pertanyaan mengenai siapa yang bermimpi dan siapa dimimpikan. Pembaca seperti diajak menyelami imajinasi kanak-kanak. Lewat tokoh Alice, Lewis Carroll membawa pembaca ke dalam dunia cermin, berpetualang dalam kehidupan yang hakikatnya terbalik dari dunia nyata.

Lewis Carroll menulis cerita kedua Alice dengan penuh keunikan dan tulisan khasnya yang tak akan pernah terlupakan. Novel ini mungkin butuh dibaca lebih dari sekali sebelum memahami. (Ajeng Damara Erfatia - sumber: www.koran-jakarta.com)

 

 

, Lewis Carroll (2016), "Alice di Negeri Cermin - Through the Looking Glass", Gramedia, 978-6020-325-05-7: 176 Halaman. 

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Resensi Genre Terkait
NOVEL PETUALANGAN

Resensi Terbaru
Resensi Populer
SCHOOL for the NEXT LEADERS
Sponsor
Komentar/ Resensi Baru
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Dare To Make Mistakes; Kreatif Berinovasi dan Bera...
Bagus ini ...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

"Books are not made for furniture, but there is nothing else that so beautifully furnishes a house." ~ Henry Ward Beecher

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 24478884

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit