Deradikalisasi; Peran Masyarakat Sipil Indonesia Membendung Radikalisme Cetak E-mail
(1 vote)

Upaya Bersama Melawan Radikalisme

Deradikalisasi; Peran Masyarakat Sipil Indonesia Membendung RadikalismeUpaya penanganan radikalisme tidak hanya tanggung jawab pemerintah atau lembaga pertahanan negara seperti Polri, Densus 88, atau Badan Intelijen Negara. Lebih dari itu, masyarakat sipil juga ormas besar seperti NU dan Muhammadiyah mampu berperan. Mereka dapat mencegah, menekan, dan, melumpuhkan gerakan radikal.

Buku ini mengutamakan strategi, pengembangan, implementasi, dan sosialisasi program deradikalisasi dalam upaya penanganan radikalisme. Deradikalisasi berupaya menghentikan, meniadakan, atau paling tidak menetralisir radikalisme dengan pemutusan (disengagement) dan deideologisasi (hal. 81).

Buku membahas secara khusus gerakan radikal Indonesia yang memicu terorisme mengatasnamakan agama. Pada bab pembuka, radikalisasi dunia Islam karena kegagalan para ulama Timur Tengah menghadirkan sistem politik yang tepat sebagai pengganti kekhalifahan (kerajaan Islam) yang runtuh sekitar satu abad lalu. Bahkan pada akhir abad XX, radikalisasi agama menjadi sangat kuat seperti dilakukan  ulama-ulama pendukung Al Qaeda dan ISIS terutama pemaknaan tidak tepat tentang jihad, syariat Islam dalam bentuk negara atau kekhalifahan (hal. xiii).

Bab 1 menjelaskan sejarah perkembangan gerakan radikal Islam Indonesia yang diawali dari perang Paderi Sumatera Barat beraliran Wahabi. Gerakan Negara Islam Indonesia DII/TII  tahun 1942-1962, lalu berkembang menjadi Jamaah Islamiyah besutan Sungkar dan Abu Bakar Baasyir pascareformasi. Dijelaskan juga asal mula gerakan radikal seperti ISIS yang turut menambah wawasan tentang jaringan terorisme internasional.

Gerakan radikal Islam Indonesia memiliki cita-cita sama untuk mendirikan negara Islam/ Daulah Islamiyah dan menolak NKRI dengan pemerintahan sebagai negara toghut (setan), sekuler, dan kafir (hal. 35). Selain itu, modernisasi dan industrialisasi menyebabkan marginalisasi serta  frustrasi kaum muda yang tidak memperoleh “kue” pembangunan industrialisasi (hal. 16-17).

Masyarakat merasa diperlakukan tidak adil oleh pemerintah, dan sangat rentan dipengaruhi melalui propaganda gerakan radikal lewat manipulasi isu-isu ekonomi, politik, dan penindasan HAM (hal. 68). Sidney Jones, pemerhati terorisme, menyatakan bahwa media sosial Youtube, Facebook, dan Twitter berperan lebih besar dalam penyebaran ideologi radikal seperti pengaruh ISIS dalam menarik dukungan ideologis (hal. 26).

Untuk membendung itu, tersaji di bab VI berisi metode mengenai pengembangan radikalisasi dan sosialisasi program radikalisasi. Ini dilaksanakan dengan kegiatan identifikasi, merehabilitasi, mereedukasi, serta tahap menyosialisasikan program deradikalisasi (hal. 181).

Proses deradikalisasi harus bersifat semesta (hal. 182). Instansi dan lembaga negara seperti BNPT, Polri, BIN sebagai pemutus rantai gerakan radikal. Sedangkan pada tingkat dasar, para tokoh dan pemimpin masyarakat sipil tingkat RT/RW menyelenggarakan forum-forum untuk memperkuat komitmen empat  pilar. Semua bekerja sama serta difasilitasi pemerintah setempat (hal. 205).

Peran masyarakat sipil: tokoh adat, agama, daerah, media massa dan para pemimpin formal turut memberi pendalaman moral. Contoh peran agamawan dalam memberikan pemahaman dan penambahan keyakinan agama lebih mendalam sampai ke akar-akarnya guna menghapus segala bentuk penafsiran anarkis di kelompok masyarakat (hal. 187-188).

Akhirnya pembentukan mentalitas, pemahaman, dan pendalaman pendidikan moral Pancasila adalah sebuah keharusan bagi seluruh warga. Ini khususnya aspek budi pekerti sebagai benteng pertahanan dan peringatan dini bagi masyarakat terhadap adanya penetrasi ideologi yang berlawanan dengan jati diri bangsa (hal 214). (Hadi Setioko - sumber: www.koran-jakarta.com)

 

 

, Muhammad AS Hikam (2016), "Deradikalisasi; Peran Masyarakat Sipil Indonesia Membendung Radikalisme", Kompas, 978-979-709-985-5: 226 Halaman. 

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Tebar Manfaat - Ikatan Alumni SAP KIT
 Program Santunan Anak Yatim di VILA QUR`AN FATHUL MUBIIN BANDUNG (*)

Donasi bisa disalurkan melalui rekening:

Bank SYARIAH MANDIRI ( 7111-8856-77 )

a/n: Ghani Hikmawan

(*acara pada tanggal 09 Desember 2017)

***

konfirmasi donasi ke: 3543be3679047cc27c67d19a6e7d8e19

Beibiiyku Online Shop
Sponsor
Resensi Genre Terkait
SOSIAL & POLITIK

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Dare To Make Mistakes; Kreatif Berinovasi dan Bera...
Bagus ini ...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

"All books are divisible into two classes, the books of the hour, and the books of all time." ~ John Ruskin

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 25192905

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit