Satu Kisah yang Tak Terucap Cetak E-mail
(1 vote)

Kisah Cinta Berbalut Budaya Tionghoa

Satu Kisah yang Tak TerucapMumpung perayaan Imlek yang berpuncak pada cap go meh baru saja rampung, berikut ditampilkan resensi sebuah novel berlatar kebudayaan Tionghoa. Novel Satu Kisah yang Tak Terucap mengisahkan tokoh Lee yang tinggal di Palembang. Dia menjalani perjodohan yang direncakan Oma Liem. Lee sendiri dijodohkan dengan Ratna, sahabat semasa kecil. Lee menerima perjodohan tersebut. Sayang, Ratna justru sebaliknya.

“Aku nggak pernah bilang setuju dengan perjodohan ini. Nggak pernah bilang juga mau mencobanya,” kata Ratna yang merasakan dadanya seolah akan meledak. Ada yang sakit. Sakit sekali di ulu hatinya. “Asal Koko tahu, aku mengenakan cheongsam dan berdandan bukan untuk menyambut Koko, melainkan karena aku menghormati Oma Liem,” (hal. 44) kata Ratna pada Lee.

Ratna bekerja di restoran pempek milik Oma Liem sebagai manajer. Sebenarnya ada alasan yang cukup kuat kenapa dia tidak menyutujui perjodohan tersebut. Alasan yang dirahasiakan Ratna sejak dulu, hingga membuat hubungannya dengan beberapa pria berakhir tidak menyenangkan. Tidak hanya Ratna, Lee pun sama. Tiga tahun lalu hubungannya dengan Michel berakhir tidak menyenangkan. Kekasihnya ketahuan selingkuh, bahkan di depan matanya sendiri.

Hubungan keduanya semakin rumit ketika Samuel muncul. Apalagi saat Samuel mengajak Ratna mengajar di Kampung Kapitan. Mungkin, ini terdengar gila. Lee menyandarkan punggungnya di kursi mobil. Ratna duduk di sebelahnya. Mereka diam. “Aku merasa cemburu saat tahu kamu pergi dengan Samuel,” kata Lee (hal. 97).

Pada akhirnya setelah banyak peristiwa mereka lewati, Ratna pun mau menerima perjodohan tersebut. Walau setelah dia menceritakan rahasianya selama ini respons Lee sungguh di luar dugaannya. Kenyataan bahwa menurut Ratna tak sesuai harapannya membuat Lee kembali teringat dengan Michel. Lee tak bisa berkompromi dengan semua ini (hal. 225).

Selain membahas tentang cinta antara Lee dan Ratna, novel ini juga menyuguhkan tentang beberapa tema menarik. Seperti pergantian nama yang dijelaskan pada halaman 15. Mereka pun hanya menggunakan nama Tionghoa di dalam rumah atau lingkungan. Di luar itu, nama Indonesia yang dikenalkan. Tak heran, beberapa nama pun diubah. Contoh, Tan menjadi Tanuwijaya atau Tanujaya. Han menjadi Handoyo atau Handoko. Wie menjadi Widaya. Sue menjadi Sucipto dan sebagainya.

Ada juga beberapa upacara. Salah satunya Chiung Si Ku. Ini sebuah upacara memanggil hantu. Di halaman 11 dijelaskan, Ratna harus memegang nampan dan Lee membakar nyuko sebagai persembahan untuk roh yang dipanggil. Hal ini menarik karena menambah pengetahuan tentang budaya Tionghoa lebih dalam. (Fredy Harsongko - sumber: www.koran-jakarta.com)

 

 

, Guntur Alam (2016), "Satu Kisah yang Tak Terucap", GagasMedia, 978-979-780-855-6: 241 Halaman. 

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Resensi Genre Terkait
NOVEL BUDAYA

Resensi Terbaru
Resensi Populer
SCHOOL for the NEXT LEADERS
Sponsor
Komentar/ Resensi Baru
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Dare To Make Mistakes; Kreatif Berinovasi dan Bera...
Bagus ini ...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

"All books are divisible into two classes, the books of the hour, and the books of all time." ~ John Ruskin

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 24478786

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit