Pemikiran Tokoh-Tokoh Psikologi Dari Klasik Sampai Modern Cetak E-mail
(2 votes)

Memahami Pemikiran Tokoh-Tokoh Psikologi

Pemikiran Tokoh-Tokoh Psikologi Dari Klasik Sampai ModernIlmu psikologi lahir melewati serangkaian perjuangan intelektual panjang mulai dari Plato hingga Martin Seligman di era modern. Ada banyak pemikiran tokoh utama yang masih dijadikan referensi. Buku ini disusun untuk memudahkan pemahaman atas pemikiran mereka.

Secara konsep, psikologi menyelidiki gejala jiwa manusia. Jiwa yang imaterial dikategorikan Plato dalam jiwa rasional dan irasional. Dengan kategori ini, dia melihat relasi manusia dengan lingkungan. Lingkungan yang dihuni manusia rasional akan terjaga dengan baik karena takkan dirusak. Sebaliknya, manusia dengan jiwa irasional bersikap destruktif dan eksploitatif (hlm. 15-16).

Aristoteles juga mempelajari jiwa dan sifat-sifatnya. Menurutnya, keadaan psikologis seperti kemarahan, kegembiraan, keberanian, rasa kasihan, mencintai, dan membenci melibatkan tubuh. Hubungan antara tubuh dan jiwa dilihatnya dalam perspektif teorinya, hilomorfisma. Dalam teori itu, tubuh dikatakan sebagai materi makhluk hidup dan jiwa merupakan bentuk atau substansinya (hlm . 20).

Kendati konsep psikologi sudah mencuat sejak masa Yunani kuno, tetapi masih campur aduk dengan ilmu filsafat, ilmu alam, dan ilmu lainnya. Bapak Psikologi sendiri disematkan kepada Wilhelm Wundt (1832-1920). Dia mengonsep psikologi sebagai cabang ilmu independen dan menelurkan karya Principles of Physiological Psychology. Laboratorium psikologi yang pertama di dunia didirikannya di Universitas Leipzig tahun 1875. Dia juga sebagai pemula yang menerbitkan jurnal psikologi pada tahun 1881 (hlm . 36-40).

Seiring waktu, teori-teori psikologi berkembang. Psikoanalisis yang dipelopori Sigmund Freud (1856-1939) menyebut, bukan kesadaran yang menentukan eksistensi manusia, melainkan ketidaksadaran. Aliran ini terlalu deterministik terhadap perilaku manusia yang semata-mata dipengaruhi masa silam. Carl Jung (1875-1961) dan Afred Adler (1870-1937) yang semula berkarier di ranah psikoanalisis justru mengkritik. Mereka kemudian menciptakan gerakan psikologi individual yang lebih optimistik terhadap kesehatan mental manusia.

Sedangkan aliran behaviorisme dengan tokohnya seperti John Watson dan BF Skinner menekankan lingkungan sebagai faktor penentu perilaku manusia. Perkembangan lebih lanjut, konsep deterministik terhadap masa lalu dan lingkungan dikoreksi oleh tokoh-tokoh psikologi humanistik, semacam Carl Rogers dan Abraham Maslow yang populer dengan hirarki kebutuhan manusia. Aliran ini memandang potensi manusia harus dieksplorasi maksimal. Victor Frankl (1905-1997) memberi arah baru dengan konsep Logoterapi yang mempromosikan bahwa manusia otentik sanggup menciptakan kebebasan sendiri untuk mengupayakan hidup bermakna.

Erward Thorndike (1874-1949), tokoh lain yang layak dicatat. Bapak psikologi pendidikan modern ini memelopori teori belajar, praktik pendidikan, perilaku verbal, psikologi komparatif, tes kecerdasan, pembelajaran transformatif, dan aplikasi pengukuran kuantitatif terhadap masalah-masalah sosiopsikologi (hlm. 94). Ada pula Jean Piaget (1896-1980) yang menelurkan konsep tahap perkembangan kognitif meliputi tahap sensor motorik (0-2 tahun), tahap pemikiran pra-operasional (2-7 tahun), tahap operasi berpikir konkret (7-11 tahun), dan tahap operasi berpikir formal (11 tahun sampai dewasa).

Di masa kini, Seligman fenomenal dengan psikologi positif yang mengindentifikasi kekuatan diri manusia untuk mencapai kesehatan dan kebahagiaan. Dia yang dilantik sebagai President of American Psychological Association pada 1997 menegaskan, manusia tidak sekadar hidup, tetapi harus mengembangkan pencapaian hidup (hlm. 291-292). Pemikiran 29 tokoh psikologi dalam buku ini dijabarkan sederhana. Konsep penting mereka bisa dipraktikan dalam seni interaksi antarmanusia dalam keseharian. (Nazola Soares - sumber: www.koran-jakarta.com)

 

 

, Eka Nova Irawan (2015), "Pemikiran Tokoh-Tokoh Psikologi Dari Klasik Sampai Modern", Ircisod, 978-6022-559-69-6: 304 Halaman.

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Resensi Genre Terkait
Tidak ada Resensi Genre Terkait

Resensi Terbaru
Resensi Populer
SCHOOL for the NEXT LEADERS
Sponsor
Komentar/ Resensi Baru
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Dare To Make Mistakes; Kreatif Berinovasi dan Bera...
Bagus ini ...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

"A book worth reading is worth buying." ~ John Ruskin

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 24478933

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit