| Judul | : 99 Nama & Sifat Allah; Mengenal Asma’ul Husna dengan Cerita Berima | | Penulis | : Aan Wulandari | | Penerbit | : Al-Kautsar for Kids | | Tahun | : 2010 | | Genre | : Buku Anak - Islam | | Tebal | : 88 Halaman | | ISBN | : 978-979-1983-83-9 |
Konsep buku anak-anak memang diupayakan untuk menyampaikan pesan mendidik, namun tidak menciptakan beban berat sehingga mereka malas membaca sesuatu yang baik. Bahkan jika memungkinkan, pembaca merasa seperti bermain-main, padahal sedang belajar. Itulah yang tercermin dari buku bersampul keras ini. Meskipun nuansa pink yang dominan mengesankan bahwa buku karya Aan Wulandari tersebut ditujukan kepada anak perempuan [kecuali orangtua telah menerapkan prinsip kecairan gender], keceriaan yang ditebarkan di halaman demi halaman membuat kita asyik menyimak dan mengkhidmati makna nama-nama Allah Sang Maha Segalanya. Tengok saja halaman 5, anak lelaki dan perempuan bergembira main bola. Agaknya penerbit memiliki selingkung tersendiri sehingga tidak menggunakan kata ‘napas’, sebagaimana termaktub berikut ini: Lihatlah alam semesta Untuk siapakah semua ini dicipta? Bumi membentang dan lautan lepas. Udara yang tak habis untuk bernafas. Dibutuhkan ketangkasan guna memadankan rima yang pas dengan nama Allah yang dipaparkan. Saat membahas Al-Aziz, penulis mengambil contoh binaragawan yang tidak dapat ditandingkan dengan Sang Pencipta jagat raya dan seisinya. Untuk memperjelas makna Al-Khaaliq, penulis menceritakan sekilas ihwal pesawat dan perabotan karya tukang kayu. Mengingat buku ini berjenis pictorial, kerjasama dengan ilustrator guna memperkuat penyampaian sangat krusial. Ilustrasi yang tersaji pada umumnya senada dengan isi cerita berima, namun acap kali tidak seirama dengan balon kata. Contohnya di halaman 19, seorang nelayan tengah menjala ikan. Namun di balon kata tertera “Mencari ilmu juga mencari rezeki, lho. Ayo, belajar giat!” Kemungkinan anak-anak sukar menyerap ‘ilmu’ yang disandingkan dengan aktivitas nelayan tersebut. Di sinilah orangtua perlu lebih jeli memberikan keterangan lanjutan. Membaca buku yang semarak, disertai latihan di pendahuluannya, ini juga mengajak anak-anak menambah pengetahuan bahasa Inggris sebab setiap nama disertai terjemahannya. Keseluruhan buku relatif bersih dari kekeliruan cetak, hanya ditemukan ‘sangat besar sekali’ pada halaman 4. Mengapa 99 Asma’ul Husna patut dibaca berulang-ulang? Seperti diutarakan dalam hadits Bukhari dan Muslim, “Barangsiapa yang menghitungnya (menyebut-nyebutnya), maka ia akan masuk surga.” (rini)
|