|
Agen Polisi 212; Dilarang Masuk |
|
|
| Judul | : Agen Polisi 212; Dilarang Masuk | | Naskah | : Raoul Cauvin | | Gambar | : Daniel Cox | | Penerjemah | : Sadika Nuraini Hamid | | Penerbit | : BIP | | Tahun | : 2010 | | Genre | : Komik Humor – Agen 212 | | Tebal | : 46 Halaman | | ISBN | : 978-979-074-106-5 |
Klasik, berkelas, dan selalu membawa tawa.. Kira-kira itulah gambaran jika kamu selalu mengikuti banyolan-banyolan yang ada di serial Agen Polisi 212. Salah satu contohnya ada pada cerita singkat berjudul “Menyamar” (hal. 26-28). Alkisah dimana salju sudah mulai menebal dan menutupi jalan-jalan kota, dan udara pun sangat menggigil jika berada di luar di malam hari. Ketika itu Arthur sang agen 212 ditugaskan oleh Komisaris polisi untuk meringkus seorang penjambret tas wanita yang biasa beroperasi di tengah malam. Tak ayal Arthur harus mau untuk menyamar sebagai seorang ibu gempal sebagai sasaran empuk selanjutnya dari penjambret tadi. Ini adalah bagian dari tugas yang diberikan oleh Komisaris. Dan JDARrr..!! Penjambret pun berhasil dipukul sekali rubuh oleh si Arthur yang kemudian langsung dibekuk olehnya. Melihat kesuksesan Arthur dalam menyamar, Komisaris pun menugaskan Arthur untuk selanjutnya menyamar sebagai seekor Kalkun.. Yap, seekor ayam kalkun yang gemuk…hahaha… Untuk apalagi kalau bukan untuk meringkus pencuri ayam kalkun di suatu peternakan... ada- ada saja  Memasuki seri ke-3 ini memang perlu konsentrasi dan daya nalar tinggi sekaligus selera humor yang tidak biasa untuk bisa menerima karya Raoul Cauvin ini. Selamat membaca! (IF)
|